Jumat, 22 Oktober 2010

CPU-Z

ini pelajaran yang saya dapat saat pembelajaran sistem komputer tentang konfigurasi CPU-Z, apa itu CPU-Z... ini dia CPU-Z

CPU-Z Banyak pengguna komputer yang belum mengetahui spesifikasi komputer
miliknya- teknologi dan jenis prosesor, atau memori, padahal informasi tersebut sangat
penting saat mereka ingin meng upgrade beberapa komponen komputer.
Dengan CPU-Z, kita bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai komputer
dengan cara yang mudah. Aplikasi ini bisa dijalankan langsung, tanpa instalasi.

Begitu dijalankan, CPU-Z bakal menampilkan informasi mengenai semua
komponen yang terpasang di komputer. Di tab [cache], CPU-Z menampilkan informasi
detail mengenai cache prosesor. Pada tab [motherboard], kita bisa melihat informasi
mengenai motherboard, BIOS, dan kartu VGA.

Informasi mengenai memori, speed dan latency, serta modus kerjanya (single
channel atau dual channel) bisa ditilik di tab [memory]. Sedangkan tab [SPD]
menampilkan informasi mengenai produsen modul memori dan timing memori secara
default.

dalam CPU-Z Terdapat TAB-TAB di dalamnya, di bawah ini akan di jelaskan beberapa TAB dalam CPU-Z

TAB CPU:

Processor
Processor atau lebih dikenal dengan Central Processing Unit merupakan otaknya
komputer. Fungsi Processor adalah menjalankan program-program yang disimpan
dalam memori utama (main memory) dengan cara mengambil instruksi, menguji
instruksi tersebut, dan menjalankaninstruksi satu demi satu atau fungsinya adalah
menghitung, melakukan operasi logika, mengelola aliran data dengan membaca aliran
data dengan membaca instruksi dari memori dan mengeksekusinya. Eksekusi processor
dituntun clock. Clock membangkitkan pulsa ke processor; pada tiap tik pulsa clock
processor melakukan proses kerja.
Processor terdiri dari tiga komponen, yaitu :
1. Control Unit (CU), berfungsi mengendalikan operasi yang dilaksanakan sistem
komputer.
2. Arithmetic Logical Unit (ALU), berfungsi melakukan operasi aritmatika dan logika.
3. Register-register, berfungsi sebagai memori utama yang bekerja sangat cepat
sebagai tempat operan-operan dari operasi yang akan dilakukan.
Komponen-komponen itu dihubungkan oleh sebuah bus. Bus ada tiga macam yaitu :
Bus Alamat (Addres Bus), Bus Data (Data Bus), Bus Kendali (Control Bus).
Processor dapat dibedakan dari perbedaan jumlah data bus-nya. Misalnya pada
processor 8 bit, itu berarti processor tersebut memiliki 8 data bus.
Ada beberapa produsen processor untuk PC, seperti Intel, AMD, Cyrix, dan Winchip
IDT.

Instructions : MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, EM64T
1.MMX
Sebenarnya MMX adalah sebuah teknologi hasil karya perusahaan Intel. Pada awalnya,
istilah MMX dikabarkan merupakan kependekan dari MultiMedia eXtension atau Multiple
Math atau Matrix Math eXtension. Namun pihak Intel secara resmi menolak pengertian
tersebut, dan mengatakan bahwa MMX bukan singkatan apapun juga. MMX adalah
trademarked (cap/merk dagang) Intel, yang mengandung pengertian atas peningkatan
prosesor dalam kompresi & dekompresi video, manipulasi gambar, enkripsi,
pemrosesan Input/Output.
MMX memang sebuah teknologi yang secara lengkap disebut dengan nama Intel MMX
Technology. MMX merupakan sebuah perluasan instruksi mikroprosesor yang
membantu proses perhitungan pada beberapa aplikasi, yaitu aplikasi multimedia, game,
editor gambar dua dimensi, kompresi/ dekompresi, enkripsi, dan aplikasi lainnya.
Multimedia adalah penggabungan atau penyajian teks, suara, gambar, animasi dan
video dengan menggunakan tool (alat bantu) dan link (koneksi) agar pengguna
komputer dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia
banyak digunakan untuk game dan dunia hiburan. Tetapi, belakangan ini sering
dimanfaatkan juga untuk pengajaran dan pelatihan (pendidikan) dan untuk dunia
bisnis, misalnya media untuk menampilkan profil perusahaan, profil produk, media
promosi dan sebagaimya.
Teknologi MMX dirancang dan dipatenkan oleh Intel Corporation. Diperkenalkan
pertama kali pada bulan Januari tahun 1997 yang diterapkan pada prosesor Pentium
yang kemudian disebut dengan istilah „Pentium with MMX Technology‟. AMD pun
tanggap terhadap pemunculan teknologi ini, dan mulai mengadopsinya untuk
dimasukkan ke dalam prosesor produk berikutnya. Pada saat itu, dalam hal teknologi,
AMD memang kalah dibanding Intel.
MMX sendiri sebenarnya adalah sekumpulan instruksi SIMD. Dengan penerapan SIMD,
memungkinkan chip prosesor mengeksekusi perintah-perintah yang berulang-ulang
atau yang paralel secara cepat, terutama ketika prosesor menjalankan perintah yang
berhubungan dengan video, audio, grafik, dan animasi. Secara teknis, dijelaskan bahwa
ke dalam rancangan teknologi MMX ini, Intel menambahkan delapan register baru ke
dalam arsitektur prosesornya. Register tersebut adalah MM0 hingga MM7.
Kenyataannya, register baru ini adalah nama lain dari stack register FPU x87 yang
sudah ada.
SIMD kependekan dari Single Instruction Multiple Data. Salah satu perusahaan pembuat
prosesor yang secara luas telah menerapkan SIMD adalah Intel Corporation. Intel
memanfaatkan SIMD ini dalam teknologi MMX, ciptaannya. Teknologi MMX sendiri lebih
banyak berperan dalam peningkatan/perbaikan aspek multimedia. Cara kerja SIMD
dapat diilustrasikan sebagai berikut:
Misalkan ingin mengubah jelas-tidaknya (gelap-terangnya) suatu gambar yang tampil pada layar monitor, salah satu caranya adalah mengatur/mengubah nilai brightness- nya. Pengubahan nilai brightness, berarti melibatkan pengubahan nilai tiga warna dasar, yaitu merah, hijau, dan biru, karena warna gambar pada layar monitor selalu ditentukan oleh porsi perpaduan ketiga warna ini.
Nilai ketiga warna tersebut akan dibaca dari memori. Nilai-nilai inilah yang akan diubah,
ditambah atau dikurangi, sehingga diperoleh nilai baru yang kemudian ditulis balik ke
memori. Karena gambar ini disusun dari pixel, tentu datanya akan berjumlah banyak
berbentuk matriks atau vektor.
Prosesor SIMD akan menganggap data tadi satu blok. Prosesor SIMD akan memanggil
sejumlah data (satu blok data tadi) hanya dalam sekali instruksi. Cara semacam ini
dapat mengurangi waktu pemanggilan, dan lebih efisien dibandingkan harus memanggil
satu per satu dengan instruksi berkali-kali secara berseri (individual) dari data yang
ada, seperti ditunjukkan oleh desain prosesor tradisional. Perhatikan pula dua contoh
berikut:
o Cara pertama: Pemanggilan/instruksi berkali-kali secara seri, misalnya “Ambillah data
pixel ini, kemudian data pixel itu, kemudian data pixel berikutnya”
o Cara kedua: Dengan menggunakan prosesor SIMD, pemanggilan ini akan dilakukan
dengan instruksi tunggal, yaitu “Ambillah kumpulan pixel-pixel itu”. Kata kumpulanini
menyatakan variasi dari sekumpulan data ke sekumpulan data lagi.
Cara yang kedua dapat mengurangi waktu pemanggilan (hemat waktu) dibandingkan
cara pertama.
Set-set instruksi umumnya terdiri satu set penuh dari instruksi-instruksi vektor, seperti
perkalian, invers, dan lainnya. Hal ini sangat berguna, khususnya untuk pemrosesan
grafik tiga dimensi.
2. SSE, SSE2, SSE3, SSSE3
AMD terus mengembangkan teknologi 3DNow! Sementara itu, Intel terus
mengembangkan MMX-nya. Kurang lebih dua tahun kemudian, Intel menghasilkan
teknologi baru yang disebutnya SSE, yang merupakan hasil pengembangan dan
penyempurnaan dari teknologi MMX. SSE merupakan set pengembangan yang lebih
besar dari instruksi SIMD, dengan dukungan floating point 32 bit dan penambahan set
register-register vektor 128 bit, yang memudahkan operasi SIMD dan FPU (Floating
Point Unit) dalam waktu yang bersamaan.
Teknologi SSE diperkenalkan pertama kali pada bulan Februari 1999. Sampai sekarang, sebagian besar prosesor modern dilengkapi teknologi SSE. Teknologi ini oleh Intel juga dilisensikan ke perusahaan prosesor lainnya, misalnya ke AMD dan Cyrix/VIA.
Ke dalam SSE versi pertama, ditambahkan 70 instruksi baru yang digunakan untuk
pemrosesan grafik dan suara yang lebih baik daripada yang disediakan oleh instruksi
MMX. Selain menambahkan kemampuan kalkulasi pemrosesan MMX yang hanya dapat
menangani bilangan integer, SSE juga menambahkan kemampuan kalkulasi terhadap
bilangan floating-point, dan menggunakan unit SSE terpisah daripada menggunakan
FPU yang sama seperti yang terjadi pada MMX.
SSE dikembangkan lagi menjadi SSE2, yang juga mengembangkan instruksi-instruksi
MMX sehingga dapat beroperasi pada register XMM 128 bit. Pada saat itu, SSE dan
SSE2 merupakan teknologi eksklusif yang hanya terdapat pada prosesor Intel.
Teknologi SSE diterapkan pertama kali pada prosesor Intel Pentium III yang benama
sandi Katmai, sehingga sering juga disebut dengan nama Katmai New Instructions
(KNI). Keuntungan teknologi ini antara lain:
o Pencapaian resolusi yang lebih tinggi dan kualitas tampilan gambar yang lebih bagus
pada software-software grafis.
o Kualitas yang lebih tinggi untuk aplikasi multimedia, seperti encoding dan decoding
audio dan video MPEG2.
o Mengurangi beban kerja CPU untuk keperluan speech recognition.
o Meningkatkan akurasi serta respon yang lebih cepat ketika menjalankan aplikasi
speech recognition
SSE2 pertama kali diterapkan pada prosesor Pentium 4 yang diperkenalkan pada tahun
2001. Jika pada SSE memiliki 70 instruksi, maka pada SSE2 memiliki tambahan 144
instruksi baru.
Di sisi lain, sejak AMD merilis prosesor keluarga Atlon 64 ke pasaran, tidak lagi
mengembangkan teknologi 3DNow!. AMD kembali membeli lisensi SSE2 dari Intel.
Intel terus mengembangkan teknologinya, hingga pada tahun 2004, berhasil
menciptakan teknologi SSE3 yang merupakan perkembangan dari SSE2. SSE3 memiliki
13 tambahan instruksi baru SIMD, atau dengan kata lain SSE3 memiliki 13 instruksi
lebih banyak daripada SSE2. Tambahan instruksi baru tersebut digunakan untuk
membantu pemrosesan matematika yang kompleks, grafik, proses pengkodean video,
serta sinkronisasi thread. Teknologi SSE3 ini diberi nama sandi Prescott New Instruction
(PNI), pertama kali diterapkan dan diperkenalkan pada revisi prosesor Prescott
(golongan Pentium 4).
Pada bulan April 2005, AMD juga mulai mengaplikasikan SSE3 ke dalam prosesornya,
yaitu prosesor Athlon 64 revisi E nama core Venice dan San Diego. Selain prosesor
tersebut, akhirnya AMD juga mengaplikasikan teknologi SSE3 ke dalam prosesor-
prosesor lain yang diproduksi berikutnya. Prosesor-prosesor tersebut antara lain:
o Athlon 64 nama core Manchester, Toledo, Orleans. Lima
o Athlon 64 X2 nama core Manchester, Toledo, Windsor, Brisbane
o Athlon 64 FX nama core Toledo, Windsor, San Diego
o Opteron nama core Venus, Troy, Athens, Denmark, Italy, Egypt, Santa Ana, Santa
Rosa, Budapest, Barcelona
o Sempron nama core Palermo, Manila, Sparta, Brisbane
o Phenom nama core Toliman, Agena
o Turion 64 nama core Lanchaster, Richmon
o Turion 64 X2 nama core Taylor, Trinidad, Tyler
Dan sekarang, SSE3 telah dikembangkan menjadi SSSE3, dan diberi nama sandi Tejas
New Instruction (TNI) atau Merom New Instruction (MNI). Teknologi SSSE3 tersebut
sudah diterapkan pada prosesor yang menggunakan mikroarsitektur Intel Core,
misalnya pada prosesor Intel Xeon 5100 series yang merupakan prosesor kelas server,
dan prosesor Intel Core 2 untuk kelas desktop dan mobile. SSSE3 memiliki tambahan
16 instruksi baru yang bersifat diskrit.
SSE kependekan dari Streaming SIMD Extension
SSE2 kependekan dari Streaming SIMD Extension 2
SSE3 kependekan dari Streaming SIMD Extension 3
SSSE3 kependekan dari Supplemental Streaming SIMD Extension 3
3. EM64T
Intel EM64T (Intel® Extended Memory 64 Technology) memungkinkan prosesor untuk
berjalan dengan kode 64-bit baru dan untuk mengakses memory yang lebih besar,
yang memberikan performa grafis yang hebat dan kecepatan proses data yang lebih
tinggi. Aplikasi media digital mendapatkan keuntungan dari Intel EM64T pada proses
video dan audio kualitas tinggi dan dan juga 3D rendering.
Intel EM64T dibuat berdasarkan arsitektur AMD64. Perbedaan mendasar pada
keduanya adalah pada perintah-perintah spesifik yang hanya dimiliki oleh processor
Intel. Seperti teknologi Hyper-Threading (HT) atau instruksi SSE3.
IA64 adalah istilah yang digunakan oleh Intel pada arsitektur processor Intel Itanium
dan Intel Itanium 2. Berbeda dengan AMD64 dan Intel EM64T yang dibuat berbasiskan
arsitektur x86. IA64 hanya memiliki kompatibilitas dengan x86 yang terbatas.

Multiplier
Angka multiplier bekerjasama dengan bus speed menentukan berapa cepat sebuah CPU
dijalankan. Multiplier 4.5 dipasangkan dengan prosesor pada bus speed 100 MHz akan
menghasilkan kecepatan CPU 450 MHz (4.5 x 100). Hampir seluruh prosesor baru
keluaran Intel sudah dikunci pada multipliernya sehingga hanya bisa dijalankan pada
multiplier tertentu. Bus speed merupakan ukuran yang independen dan dapat diubah-
ubah sehingga 4.5x100 dan 4.5x103 akan menghasilkan sebuah CPU yang berjalan
pada kecepatan yang berbeda (dengan catatan CPU tersebut sanggup dijalankan pada
kecepatan tersebut).


Bus Speed
Kecepatan Bus. Jumlah alur yang mampu dilaksanakan oleh sebuah pemproses dalam masa second. Satuan waktu ini diukur dalam unit juta arahan second yang disebut juga sebagai megahertz (MHz) atau juta kitaran second dan kebanyakan komputer memiliki bus berkecepatan diantara 100 hingga 133MHz. Sebuah bus berupaya meningkatkan prestasi komputer tetapi ia biasanya terikat dengan kelajuan pemproses. Contohnya processor Celeron menggunakan bus 66MHz, Pentium !!! 100/133MHz

Pada Tab [Cache]

Cache
Mengetahui Teknologi 'Cache' Pada Prosesor
Jika kita perhatikan spesifikasi dari sebuah prosesor maka akan menemukan suatu
istilah yang dinamakan Cache. Apa itu Cache? Fungsi Cache ini memiliki peranan yang
cukup penting dalam menentukan kinerja sebuah komputer. Dengan mengetahui
teknologi Cache pada prosesor maka kita akan dapat meningkatkan performa komputer.


Cache dapat diartikan sebagai sebuah ruang pada prosesor yang berfungsi sebagai
'tempat penyimpanan data yang sering digunakan', efeknya performa komputer akan
bekerja lebih cepat. Semakin besar Cache sebuah prosesor maka semakin cepat
kinerjanya karena memberikan ruang penyimpanan yang lebih besar. Rata-rata
prosesor sekarang memiliki L2 Cache yang besar, antara 2 - 8 Mb, bahkan prosesor
Intel Core 2 Extreme QX9650 memiliki L2 Cache sebesar 12 Mb.Cache ini ada beberapa
jenis, mulai dari Cache 1 (L1 Cache), Cache 2 (L2 Cache) hingga Cache 3 (L3 Cache).
L1 Cache merupakan cache yang paling dekat dengan prosesor sehingga merupakan
cara tercepat untuk mengeksekusi data.Ketika kita sedang mengoperasikan komputer
maka data dari hardisk yang sering kita operasikan akan dipindahkan ke memori / RAM,
dan data dari memori / RAM ini akan dipindahkan juga ke Cache pada prosesor.
Perlu diketahui, jika dilihat dari segi waktu kecepatan akses yang dilakukan oleh
prosesor, data yang diambil dari hardisk merupakan yang paling lambat, diikuti oleh
memori / RAM, lalu ke L3 Cache, L2 Cache dan terakhir ke L1 Cache.Sebagai
perbandingan, waktu yang dibutuhkan oleh prosesor untuk mengakses data dari L2
Cache memiliki kecepatan 2 - 3 kali lipat bila dibandingkan dengan mengambil dari
memori / RAM. Oleh karena itulah teknologi Cache dalam prosesor memegang peranan
yang cukup penting dalam menentukan kecepatan akses data.

TAB Mainboard

Motherboard

Motherboard adalah circuit board utama pada PC, motherboard biasanya menjadi
tempat prosesor, BIOS, memori, interface storage, serial dan parallel port, slot
tambahan dan seluruh piranti yang berhubungan dengan device peripheral.

Chipset
Pengertian chipset

Secara fisik, chipset berupa sekumpulan IC kecil atau chips yang dirancang untuk
bekerjasama dan memiliki fungsi-fungsi tertentu. Pada sistem hardware komputer,
chipset ini bisa terdapat pada motherboard, card-card (kartu-kartu) ekspansi, misalnya
pada kartu grafis (video card), atau pada peralatan komputer lainnya. Fungsi chipset
pada motherboard tidak sama dengan chipset pada kartu-kartu ekspansi. Begitu pula
fungsi chipset pada peralatan komputer lainnya. Masing-masing memiliki fungsi sendiri yang bersifat spesifik. Chipset sebenarnya tidak selalu terdiri dari sekumpulan IC atau
sekumpulan chip, kadang-kadang dijumpai hanya terdiri dari sebuah chip saja.

Chipset pada video card berfungsi untuk mengontrol rendering grafik 3 dimensi dan
output berupa gambar pada monitor. Sedangkan chipset pada motherboard berfungsi
untuk mengontrol input dan output (masukan dan keluaran) yang mendasar pada
komputer. Perlu diketahui, bahwa yang dibahas pada bab ini difokuskan pada chipset
yang ada pada motherboard, bukan chipset yang ada pada komponen atau perangkat
komputer lainnya.

Lebih jelasnya, dapat dikatakan bahwa chipset yang biasa terdapat pada motherboard
berfungsi untuk mengatur aliran data dari satu komponen ke komponen lainnya.
Misalnya mengarahkan data dari CPU (prosesor) menuju kartu grafis (video card) atau
ke sistem memori (RAM), serta mengarahkan aliran data melalui bus PCI, drive IDE dan
port I/O. Pada kasus ini, dapat diibaratkan bahwa chipset seakan-akan berfungsi
sebagai polisi lalu lintas pengatur aliran data pada motherboard di sebuah PC (Personal
Computer).

Selain mengatur aliran data, chipset juga ikut menentukan piranti apa saja yang dapat
didukung oleh PC tersebut, serta turut menentukan kecepatan FSB (Front Side Bus),
bus memori, bus grafis, kapasitas serta tipe memori yang dapat didukung oleh
motherboard yang bersangkutan, dan menentukan standart IDE, juga tipe port yang
didukung oleh sistem.

Sebenarnya, lebih detail lagi dapat dijelaskan bahwa chipset tradisional pada
motherboard terdiri dari dua bagian, yaitu northbridge dan southbridge. Tugas-tugas
umum chipset seperti yang telah dijelaskan tadi, dibagi kepada kedua bagian chipset
tersebut. Masing-masing bagian chipset (northbridge atau southbridge) mempunyai
tugas sendiri-sendiri yang bersifat spesifik dan bekerja sesuai fungsinya.
Asal mula istilah northbridge dan southbridge

Pemunculan istilah northbridge dan southbridge berawal dari kebiasaan dalam
menggambar suatu bagan atau peta tentang arsitektur suatu komponen. CPU biasanya
diletakkan pada bagian atas (puncak) bagan. Pada suatu peta, bagian atas selalu
identik dengan arah utara. CPU kemudian dihubungkan dengan chipset melalui fast
bridge atau jalur penghubung cepat yang menyambung langsung di bagian atas unit
chipset. Itulah sebabnya bagian yang langsung berhubungan dengan CPU tersebut
disebut northbridge. Northbridge ini kemudian dihubungkan dengan bagian bawah unit chipset melalui slow bridge atau jalur penghubung yang lebih lambat. Unit chipset
bagian bawah ini kemudian disebut southbridge. Jika bagian atas menyimbolkan arah
utara, dengan sendirinya bagian bawah menyimbolkan arah selatan. Itulah sebabnya
disebut dengan istilah southbridge.

Tab [Memory]

Memory

Memory komputer bisa diibaratkan sebagai papan tulis, dimana setiap orang yang
masuk kedalam ruangan bisa membaca dan memanfaatkan data yang ada dengan
tanpa merubah susunan yang tersaji. Data yang diproses oleh komputer, sebenarnya
masih tersimpan didalam memory, dan dalam hal ini komputer hanya membaca data
dan kemudian memprosesnya.

Satu kali data tersimpan didalam memory komputer, maka data tersebut akan tetap
tinggal disitu selamanya. Setiap kali memory penuh, maka data yang ada bisa dihapus
sebagian ataupun seluruhnya untuk diganti dengan data yang baru.

Besar kecilnya komputer, ditentukan oleh besar kecilnya memory yang dimilikinya. Apabila komputer memiliki memory besar, maka kemampuan komputer dalam hal menyimpan data juga menjadi besar, demikian pula sebaliknya. Satuan data yang
tersimpan didalam memory dinyatakan dengan Byte, Kilo-byte, Mega-byte, ataupun
Giga-byte. Dalam hal ini, 1 Character = 1 byte.

Data yang akan diproses ataupun hasil pemrosesan komputer, disimpan didalam
internal memory. Disamping itu, internal memory juga digunakan untuk menyimpan
program yang digunakan untuk memproses data. Dengan demikian, kapasitas internal
memory harus cukup besar untuk menampung semuanya. Setiap data yang disimpan
akan ditempatkan dalam address (alamat) tertentu, sehingga komputer dengan cepat
dapat menemukan data yang dibutuhkan.

Apabila ada sebuah data yang masuk ke-address tertentu, dan pada address tersebut telah terisi dengan data yang lama, maka data yang baru akan menumpuk data lama. Dengan demikian, data lama akan tertumpuk/hilang, dan isinya akan diganti dengan data yang baru.

Dengan kemampuan dalam hal menyimpan data yang semakin meningkat, ternyata
harga memory juga semakin murah, dan bentuknya juga semakin kecil. Pada tahun
1950-an, harga sebuah memory yang dapat digunakan untuk menyimpan 2.500
character adalah 1 juta dolar. dan pada tahun 1990-an, harga memory untuk ukuran
tersebut, hanyalah 50-sen.
Pengertian internal memory terbagi menjadi:

Read Only Memory (ROM), berfungsi untuk menyimpan pelbagai program yang berasal
dari pabrik komputer. Sesuai dengan namanya, ROM (Read Only Memory), maka
program yang tersimpan didalam ROM, hanya bisa dibaca oleh para pemakai.
Random Access Memory (RAM), merupakan bagian memory yang bisa digunakan oleh
para pemakai untuk menyimpan program dan data.

ROM bisa diibaratkan sebuah tulisan yang sudah tercetak, dimana pemakai hanya bisa
melakukan pembacaan data yang ada didalamnya tanpa bisa melakukan perubahan
apapun pada tulisan yang ada. ROM biasanya berisi instruksi/program khusus yang bisa
digunakan pemakai untuk memanfaatkan komputer secara maksimal.

RAM berfungsi untuk menyimpan program dan data dari pemakai komputer dalam
bentuk pulsa-pulsa listrik, sehingga seandainya listrik yang ada dimatikan, maka
program dan data yang tersimpan akan hilang. ROM menyimpan program yang berasal
dari pabrik dalam bentuk komponen padat, sehingga tidak akan mengalami gangguan seandainya aliran listrik terputus. Isi RAM bisa dihapus oleh pemakai komputer, isi ROM
tidak.

Secara pisik, RAM berbentuk seperti sebuah chip yang sangat kecil, dan saat ini mampu
menyimpan data antara 8 MB hingga 32 GB. Apabila pemakai komputer ingin
menambah kapasitas memory yang dimilikinya, pemakai tinggal menambahkan chip
RAM pada tempat yang telah disediakan (chip-set).

Jika sebuah PC dinyalakan, program yang ada didalam ROM segera mencari lokasi yang
digunakan untuk menyimpan operating system apakah terdapat pada disket ataupun
harddisk. Jika diketemukan, maka OS ini segera dipindahkan kedalam RAM. Tahap ini
dikenal sebagai boot-up. Untuk selanjutnya, program-program aplikasi seperti misalnya:
Windows dan lainnya juga dipindahkan kedalam RAM, dan kini komputer siap
digunakan oleh pemakai.

Dengan demikian, semakin besar program-program yang digunakan, semakin besar
pula tempat yang harus disediakan oleh RAM. Pada gambar terlihat bagaimana
Windows dan sebuah paket program Office 2000 ditempatkan dalam sebuah RAM.

Secara prinsip, pengertian RAM terbagi menjadi: Input Area, tempat untuk menampung
data-data input yang akan diolah. Program Area, tempat untuk menampung program
yang akan dipergunakan untuk memproses data. Working Area, tempat untuk
menampung kegiatan pengolahan data yang akan dikerjakan. Output Area, tempat
untuk menampung hasil pengolahan data.

ROM biasanya berisi: Program BIOS (Basic Input Output System), program ini berfungsi
untuk mengendalikan perpindahan data antara microprocessor kekomponen lain yang
meliputi keyboard, monitor, printer dan lainnya. Program BIOS juga mempunyai fungsi
untuk self-diagnostik, atau memeriksa kondisi yang ada didalam dirinya. Program
Linkage/Bootstrap, bertugas untuk memindahkan operating system yang tersimpan
didalam disket untuk kemudian ditempatkan didalam RAM.

Misalnya, dengan memberi instruksi "SIMPAN" pada sebuah file MS-Word, maka sinyal
ini segera dikirm ke-operating sistem. OS segera memeriksa apakah file yang ada
benar-benar dapat disimpan, misalnya: nama file sudah benar, disket yang digunakan
tidak dalam posisi "read-only" dan sebagainya. Jika semua sudah benar, maka OS
segera menggerakkan peralatan yang ada untuk menyimpan file yang bersangkutan
dibawah pengawasan BIOS.


Tab [SPD]

Memory Slot Selection
Bandwidth

Bandwitdh adalah nilai yang menunjukkan banyaknya data yang dapat di-transfer dalam waktu satu detik. Satuan Bandwitdh adalah Mb/s. Bandwidth menunjukkan kinerja yang sesungguhnya dari RAM.
Secara teori Bandwith dapat dihitungkan menggunakan rumus sebagai berikut:
Bandwidth = Arsitektur x FSB

Umumnya pada RAM DDR, nilai FSB jarang dituliskan dan diganti dengan nilai
bandwidth-nya. Arsitektur RAM (DDR/DDR2) sendiri umumnya adalah 64-bit (atau 8
byte). RAM dengan mode Dual Channel berarti memiliki arsitektur 64-bit x 2 = 128 bit
atau 16-byte. Dual channel membuat bandwidth RAM menjadi dua kali lipat lebih besar.
Contoh :
DDR Visipro 256Mb PC266 sering ditulis sebagai PC2100 (Bandwidth dari PC266), hasil
perkalian dari 64-bit (8 byte) x 266 MHz = 2.128 MB/s ~ pembulatan jadi 2.100.
DDR Visipro 128Mb PC333 sering ditulis sebagai PC2700 (Bandwidth dari PC333), hasil
perkalian dari 64-bit (8 byte) x 333 MHz = 2.664 MB/s ~ pembulatan jadi 2.700.
DDR Visipro 512Mb PC400 sering ditulis sebagai PC3200 (Bandwidth dari PC400), hasil
perkalian dari 64-bit (8 byte) x 400 MHz = 3.200 MB/s.
DDR2 Visipro 1GB PC533 sering ditulis sebagai PC4200, hasil perkalian dari 64-bit (8
byte) x 533 MHz = 4.264 MB/s ~ pembulatan jadi 4.200.
DDR2 Visipro 1GB PC667 sering ditulis sebagai PC5300, hasil perkalian dari 64-bit (8
byte) x 667 MHz = 5.336 MB/s ~ pembulatan jadi 5.300.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar